SupirPete2

Jemawa, Musuh Besar PSM Makassar

Kemenangan 4-2 PSM Makassar atas Persipura Jayapura, Minggu (4/11) membuat tim asuhan Robert Rene Alberts semakin kokoh di puncak. Epic come back setelah sempat tertinggal 1-2 dari sang tamu disambut riuh yang luar biasa dari seluruh pendukung tim Juku Eja yang hadir memadati Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar.

Asa meraih gelar juara kembali bergema kencang di kalangan pendukung PSM Makassar sejak tim kebanggaannya berhasil ‘mengkudeta’ Persib Bandung di klasemen sementara Gojek Liga 1 2018. Dukungan datang semakin besar di 5 laga terakhir yang masih harus dilakoni Pasukan Ramang. Rintangan di depan pun tidaklah mudah untuk ditaklukkan. Calon lawan bukan tim kelas gurem yang mudah menyerah saat dihadapkan dengan klub tertua di Indonesia ini. Bukan hanya soal perebutan juara, gengsi tim juga akan dipertaruhkan di sisa laga yang akan menguras emosi kita semua.

Kemenangan di setiap pertandingan patut disyukuri dengan kegembiraan. Euforia merayakan kemenangan sah saja dilakukan semua orang sebagai luapan kebahagiaan. Tetapi ingat, perjuangan belum selesai. Tujuan utama belum benar-benar tercapai.

Kegagalan di musim 2017 lalu memberikan banyak sekali pelajaran penting. Tentu tidak ada seorang pun yang ingin terulang lagi hanya karena terlalu jemawa. Bahkan mungkin ada di antara kita tanpa sadar bertindak dan berucap berlebihan. Jemawa musuh besar PSM Makassar yang menjadikan kita lupa bahwa di atas langit masih ada langit. Semua mencintai PSM, semua ingin PSM juara, tetapi kita ingin meraihnya dengan cara yang elegan dan rendah hati. Bukan hanya sekedar mengikuti hasrat besar diri dengan penuh emosional memastikan juara sudah pasti ditangan.

Musim ini PSM Makassar harus juara, semua pasti setuju. Tim pelatih dan seluruh pemain juga punya harapan yang sama. 5 laga sisa yang akan dihadapi Pasukan Ramang menjadi cobaan terakhir menuju puncak yang sebenarnya. Kemenangan demi kemenangan harus diraih dan itu butuh kerja keras, mental yang kuat, doa, serta dukungan seluruh pecinta PSM Makassar.

Agar tak jemawa, berikan dukungan positif pada tim. Menjaga lisan dengan baik, teruslah berdoa untuk seluruh pemain dan pelatih dalam mereka menjalankan tugas agar dapat membahagiakan kita semua.

Saya jadi ingat kata-kata sederhana namun sarat makna dari salah satu pendukung PSM Makassar. Pemilik akun troll PSM mencoba memberikan warna baru di sepakbola Indonesia yang dipenuhi ketegangan melalui ‘Tawakkal Football’ yang tak sengaja digaungkannya. Meskipun sederhana, setidaknya istilah ‘Tawakkal Football’ berusaha mengingatkan kita agar tak jemawa hingga gelar juara resmi disematkan kepada tim kebanggaan kita, PSM Makassar. (*)

Widya Syadzwina

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.