SupirPete2

Galang Dana Bantu Izhak Yang Berhenti Kuliah di ITB Bandung Demi Menghidupi 9 Orang Adiknya

Muh Izhak (22) dan semua adiknya, kini yatim-piatu. Kisah hidupnya mendadak viral di media sosial. Andi Syura Muhlis yang mengunggahnya, Rabu, 13 Desember. Hingga pukul 21.00 Wita tadi malam, sudah dibagikan 1.598 kali. Syura Muhlis mengunggah satu video dan empat foto pemuda tersebut. Izhak memangku adiknya yang bungsu.

Menurut Syura, Izhak terpaksa putus kuliah. Meskipun meraih beasiswa bidikmisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Izhak terpaksa memutuskan berhenti kuliah. Kala itu, ia harus pulang ke Polman. Ia mendapatkan kabar bahwa ibunya, Samiah, terbaring sakit. Ia pun memutuskan pulang untuk merawat orang tuanya itu. Namun, Tuhan menakdirkan berbeda. Ibunya meninggal pada 13 Februari 2017, karena penyakit tumor yang dideritanya. Tak sampai di situ, ayah Izhak, Ilyas, juga berpulang pada 22 November 2017 lalu.

Kini setelah ditinggal kedua orang tuanya, sebagai anak sulung, Izhak-lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Akan tetapi, untuk mencari nafkah, Izhak terbatas. Adik bungsunya, Muh Khaerul, baru berumur satu tahun tujuh bulan. Izhak-lah yang menjaga adiknya itu. Ditambah lagi, harus mengurusi tujuh adiknya masih sekolah. Untungnya ada adik keduanya, Aslan (19). Lewat Aslan, kebutuhan sehari-hari dari hasil menyadap enau untuk membuat gula merah menjadi tumpuan hidupnya.

Izhak mengatakan kisahnya boleh saja ditulis. Saat dikonfirmasi, Izhak membetulkan penulisan namanya bukan Ishak, tapi Muh Izhak. “Boleh saja. Tapi jangan ditambah-tambah, kalau saya tidak terima bantuan pemerintah. Soalnya saya tetap terima bantuan dari pemerintah, ada Program Keluarga Harapan (PHK). Adik-adik saya sekolah juga terima dari program pemerintah Kartu Indonesia Pintar (KIP),” ujarnya.

Izhak menambahkan, dia memang menerima beasiswa bidik misi tahun 2013. Mengambil studi di Teknik Kimia IPB. Namun, kandas di tengah jalan karena tanggung jawab. Izhak juga berharap, kelak bisa kembali melanjutkan kuliah. Hanya saja, harus ada yang menjaga adiknya yang bungsu. “Saya sudah mundur, hampir dua tahun lalu, pada 2016 lalu,” jelasnya.

Alumnus SMAN 3 Polewali ini menyebutkan, untuk sehari-harinya harus mengandalkan penghasilan dari gula merah yang dikerjakan adik keduanya, Aslan. “Aslan putus sekolah, semenjak kelas 4 SD. Sekarang usianya 18-19 tahun. Dan untuk penghasilan dari gula merah itu cukup,” paparnya.

Untuk adiknya yang lain, semuanya masih sekolah. Ia juga masih memikirkan untuk mencari pekerjaan tambahan. Ia masih punya beban membiayai tujuh adik-adiknya. “Ada yang kuliah satu orang di STAIN Parepare. Dan lainnya ada yang duduk di TK, SD, MTs,” ungkap pria kelahiran 1995 ini.

Kisah Izhak mendorong Yuuka Shimizudhani melakukan penggalangan dana di situs galang dana online Kitabisa.com. Perempuan lulusan salah satu Universitas Negeri di Makassar melakukan penggalangan dana untuk membantu Izhak menafkahi adik-adiknya. Pada laman Kitabisa.com/ternakkambingishak Ia menuliskan, “Donasi tersebut, memenuhi targetan atau tidak, akan kami serahkan ke Izhak untuk membuka usaha ternak penggemukan kambing di kampungnya,Tabone, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ini adalah usaha yang tengah ia rencanakan sebelumnya, namun membutuhkan tambahan modal. Lewat usaha ini, Ishak beraharap bisa menghidupi kehidupannya dan adik-adiknya.”

Wildan Rizky

A half-blood final year law student that love automotive and a big fans of PSM Makassar. Mail me at wildan[at]supirpete2.com, or you can meet me on my social media down below:

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.